Blogger Tricks

Thursday, February 4, 2016

>>>ANAKKU, REBUTLAH WARISANMU

     Generasi muda adalah masa depan sebuah negeri. Negeri yang tak peduli pada anak muda akan segera menjadi negeri galau dan tanpa tujuan. Sebab merekalah kelak pemilik serta pengelola negerinya. Bung Karno amat respek pada pemuda. Bahkan beliau sering berkata hanya butuh sepuluh pemuda untuk mengguncang dunia.
     Pemuda itu tunas bangsa. Merekalah kelak yang akan mewarisi negeri dari para pendahulu, generasi penguasa saat ini. Hanya saja ada kemungkinan warisan tersebut tidaklah sebaik yang dibayangkan. Sebabnya? Sebab kebijakan penguasa tak selalu bertujuan untuk kebaikan generasi mendatang. Sebagian dari mereka memiliki agenda sempit berjangka pendek. Urusan generasi penerus bukanlah prioritas. 
img.  Warisi, selagi layak 
     Siapakah yang ingin mewarisi negara miskin dan bangkrut, hutan gundul, sawah tercemar, tanah bolong oleh tambang, rakyat egois, wanita tak dimuliakan, anak-anak terlantar hingga Tuhanpun diremehkan? 
     Ada baiknya generasi muda segera menyiapkan diri untuk merebut warisan mereka. Tak perlu lagi menunggu. Mereka sendirilah yang harus memastikan bahwa negara yang akan mereka warisi adalah negara yang sehat dan kuat, bukan negara keropos, pincang dan berantakan. 
     2019 adalah momentum utama. Segalanya sudah harus dipersiapkan sejak dini. Jangan biarkan para "maling" yang bersembunyi di balik kekuasaan menggadaikan negara untuk kepentingan keluarga dan kroni semata. Negara adalah milik rakyat, bukan milik konsorsium. Kita hidup di jaman kapitalistik dimana sebagian besar aset bangsa dikuasai oleh segelintir pengusaha dan konglomerat. Sepintas kita bukan lagi sebuah negara kerakyatan melainkan negeri konglomerasi. 
     Pemuda wajib hadir mengawal negeri. Segala lapangan harus mampu dikendalikan dan dikuasai. Pangan dan Stabilitas Keamanan adalah kunci. Jangan biarkan siapapun menguasai pangan kita dan bersihkanlah diri dari karat negeri. Apa itu? Itulah sifat jegal-menjegal dan fanatisme kelompok serta watak keropos (mudah diadu domba). 
"Anakku, rebutlah warisan itu. Bergeraklah secepat mungkin. Ayah yakin kalian akan berhasil meskipun karat dan keropos masih terus menghantui generasimu. Semoga Tuhan membimbing kalian..!"

*****

No comments:

Post a Comment