Blogger Tricks

Saturday, June 4, 2016

>>>004 AADB2

H-2: 
     Bon-Bon mengecek pesanan tiket, sudah terkonfirmasi dan siap cetak dari email. Tinggal memastikan penginapan untuk tiga hari pertama selama berada di Denpasar. Rencananya, setelah beradaptasi beberapa hari, Bon-Bon akan mencari kontrakan di wilayah Ubud. Daftar kegiatan selama di Bali telah disiapkan dengan tambahan beberapa opsi cadangan.
     Daftar utama dalam list tersebut adalah kunjungan ke Sukarno Center. Selain itu mendatangi Pura Uluwatu, pura utama di Bali juga termasuk agenda utama. Sementara menetap di Ubud cukup penting mengingat perannya sebagai hub antara masyarakat tradisional Bali dengan dunia luar dan peradaban moderen. Banyak seniman berkewarganegaraan asing memilih bermukim di wilayah Ubud. Sebut saja Walter Spies, Rudolf Bonnet dan Antonio Blanco.
img.  Amazing Bali
>Gimana, Made? Penginapannya sudah dibooking belum?< Bon-Bon menulis pesan WA pada sahabat Balinya. Tapi belum ada balasan. 
     Sambil menunggu pesan balasan dari Made, Bon-Bon mengutak atik tombol-tombol di gawai cerdas. Email, facebook, twitter serta berbagai situs berita utama dicermatinya satu persatu. Sambil duduk berselonjor kaki di beranda depan seperti biasa, Bon-Bon terus bercengkerama via online dengan para sahabat di berbagai tempat. Terkadang ia cekikikan sendiri, namun setelah itu berbalik serius dan penuh konsentrasi, senada topik informasi yang sedang ia nikmati saat ini. 
     Dari sebuah portal berita terungkap kondisi cuaca terkini di Bali dan sekitarnya. Debu gunung berapi yang berada di Jawa Timur rupanya berdampak pada pada penutupan bandara Ngura Rai selama beberapa jam. 
"Aaah... semoga reda secepatnya. Kan ngga lucu kalau pesawat tujuan Bali delay berjam-jam atau malah dialihkan ke bandara lain. Bisa merusak mood dan selera makan Ai nanti." Bon-Bon bergumam dalam hati disertai setitik senyum. Yang ia maksud merusak itu nyatanya adalah menambah nafsu makan Bon-Bon, pelarian dari stress akibat perubahan jadwal perjalanan tiba-tiba tersebut. 
"Tingg..!!" Suara dari gawai cerdas berbunyi. Ada pesan masuk dari Made. 
>Sory de' Bond-Bond, kamar-kamar pada penuh. Sudah masuk peak season soalnya. Tapi ada villa keluarga yang bisa diinapi tuh. Lokasinya dekat Sukarno Center. Kebetulan baru direnovasi, hanya belum kelar semua. Cat dan wallpapernya belum terpasang. Gimana?< 
>Nah, itu dia. Buat Bon-Bon it's so good. Yang penting listrik dan airnya sudah berfungsi, bro. Dekat dari Sukarno Center lagi. Itu list utama perjalanan Ai.< 
>Ok kalo gitu. Tapi ada syaratnya<
>Apaan..?< Bon-Bon berusaha menebak syarat dari Made. 
     Belum sempat menemukan kira-kira apa persyaratan menginap di villa keluarga Made, gawai cerdas itu kembali berbunyi. 
"Tingg..!!" 
>Syaratnya, Bon-Bon harus ke Bali dulu. Ha ha ha....< 
     Bon-Bon terbahak di sisi Cheryl, kucing kesayangannya. Cheryl nampak kesal. Mau berpisah kok masih sempat ketawa-ketiwi? 
     Bon-Bon terus sibuk dengan gawai cerdas miliknya. Sejenak ia terpisah dari alam realita. Realita bahwa Cheryl kini sedang berada di pangkuan. Kesedihan Cheryl tak terdeteksi sensitifitas rasa Bon-Bon yang biasanya sangat peka. Waktu berlalu, Cheryl harus menelan kesunyian itu sendiri.

No comments:

Post a Comment