Blogger Tricks

Sunday, January 26, 2014

>>>PEMIMPIN BANGSA BAHARI

     Wujud tanah air Indonesia didominasi oleh lautan yang menyatu dengan dua Samudera, Pasific dan Hindia. Wujud tersebut berpengaruh besar terhadap psikhis dan jiwa kita sebagai bangsa bahari. Termasuk ke dalamnya bentuk ideologi dan sistem pemerintahan yang dianut.
img01. Kekuatan Bangsa Bahari
     Ideologi kebangsaan kita adalah Pancasila. Sifat kegotongroyongan memancar dari sila-silanya. Di dalam karakter gotong royong ini terdapat keseimbangan, kesetaraan dan kesamarataan bagi setiap individu yang terlibat. Hal ini serupa dengan karakter samudera dimana gelombang bergerak aktif naik dan turun namun akan kembali pada sebuah titik ketinggian tertentu yang berlaku sama di seluruh permukaan bumi.

     Bung Karno menggambarkan karakter gotong-royong memiliki kesamaan dengan sifat kekeluargaan dalam tradisi masyarakat tradisional nusantara. Kecuali bahwa sifat kekeluargaan berjiwa pasif sedangkan gotong-royong mengacu kepada perilaku aktif dari para anggotanya. Sebuah keluarga yang duduk bersama dalam sebuah ruang bisa disebut menunjukkan rasa kekeluargaan di antara mereka. Namun gotong-royong baru akan terlihat ketika para anggota keluarga tersebut melakukan sesuatu secara bersama-sama. Kondisi ini bisa pula terlihat pada perilaku ombak di lautan yang bergerak bersama kemudian berbaris memanjang untuk mendorong apapun yang mengambang di permukaan menuju pantai terdekat.
img02. Ombak Berbaris Memanjang
     Dalam sistem pemerintahan karakter bahari (seharusnya) terlihat pada hirarki kepemimpinan nasional. Bung Hatta mengingatkan bahwa: “.... Janganlah pemimpin itu terlalu didewa-dewakan dan janganlah kita menggantungkan nasib pergerakan kepada salah seorang pemimpin.  .....pergerakan tidak boleh tinggal pergerakan pemimpin saja, yang hilang timbul dengan pemimpin itu, melainkan haruslah menjadi pergerakan rakyat.” Hirarki ini telah terlihat nyata dalam sistem perekonomian rakyat di mana keputusan tertinggi dalam sebuah lembaga koperasi adalah terletak pada Rapat Anggota.
     Akan halnya sistem pemerintahan kita kekuasaan tertinggi ini terletak pada sebuah lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Presiden hanyalah sebagai mandataris MPR dan bukan sebagai penguasa tertinggi dalam hirarki pemerintahan kita. MPR adalah representasi rakyat dari berbagai suku, agama, golongan, adat-istiadat, gender, faham politik dan segala bentuk perbedaan lain yang ada dalam masyarakat.  MPR adalah rakyat sebenarnya, ia adalah sebaris gelombang yang mewakili samudera. Merekalah yang akan menentukan dan memberi mandat kepada seorang Pemimpin Bangsa Bahari yang bernama Presiden. 


No comments:

Post a Comment