Blogger Tricks

Saturday, November 19, 2016

>>>UJIAN KEDUA

     Sejarah akan terus berulang dengan pelaku dan aktor berbeda. Kitab suci maupun warisan tradisi seperti wayang, merangkum pola-pola itu untuk menjadi pelajaran bagi manusia di belakang hari. 
     Indonesia negeri kepulauan yang kaya raya, baik sumber daya alam maupun kearifan manusia-manusianya. Sayang, kita belum juga mampu bersaing dengan negara-negara maju. Salah satu faktor utama penentu rendahnya daya saing kita adalah buruknya koordinasi dan rapuhnya persatuan.
img.  Pilih dukung siapa?
     Sukarno, Hatta dan para bapak bangsa sebenarnya telah tuntas mempersatukan Nusantara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas generasi pelanjutlah untuk merawat dan memajukan negeri. Sesuatu yang seharusnya lebih mudah, sebab pondasi dasar yakni Persatuan telah diletakkan oleh para pejuang kemerdekaan di masa lalu. 
     Kini, saat persatuan itu mulai menguat, berbagai drama politik menjelang Pilkada dan Pilpres mengancam jalinan persaudaraan dan persatuan yang telah lama kita rajut bersama. Saling curiga dihembuskan untuk merontokkan sendi-sendi persatuan bangsa. Berbagai kasus SARA diledakkan dan diekspos secara masif melalui berbagai media cetak maupun elektronik.  
     Ujaran kebencian semakin merebak dari hari ke hari. Itu pertanda akan terjadi sesuatu. Entah itu murni persoalan domestik, maupun kelindan berbagai persaingan bisnis di dunia internasional. Sebab dunia semakin kecil, segala bangsa semakin terkoneksi. 
     Sejarah membuktikan bahwa fanatisme kelompok, suku, agama dan ras selalu menjadi kendaraan mewah dalam setiap pemicu kerusuhan maupun peperangan. Padahal kitab suci mengajarkan bahwa segala perbedaan itu dikaruniakan agar manusia dapat saling mengenal satu sama lain, bukan untuk saling bantai dan saling bunuh. 
     Pancasila kini diuji kembali. Tarik menarik kepentingan di luar sana berusaha merebut kendali penguasa agar bisa berpihak pada kelompok masing-masing. Pertarungan bisnis memainkan kuasa negeri-negeri. Persaingan pengaruh Timur dan Barat kembali memuncak. Akankah Pancasila sanggup keluar sebagai pemenang? Kita tunggu saja. 
     Pancasila sesungguhnya adalah solusi, bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga untuk dunia internasional. Timur dan Barat, keduanya adalah milik Sang Pencipta. Kita tak harus berpihak. Bhinneka Tunggal Ika..!!


Belajarlah dari Barat, 
 tapi jangan jadi peniru Barat,  
melainkan jadilah murid dari Timur yang cerdas. 
Tan Malaka.

 *****

No comments:

Post a Comment