Blogger Tricks

Monday, December 2, 2024

TRANSFORMASI MERAH PUTIH 4

Baca dari awal...

URGENSI BENDERA BARU

Dari perbandingan dengan dua negara di belahan bumi berbeda, terlihat jelas bahwa Merah Putih terlalu sederhana untuk mengakomodasi eksistensi elemen-elemen pembentuk NKRI yang multi etnis dan terdiri dari beberapa kerajaan besar sebelumnya. Kita perlu menggali lebih dalam beberapa alternatif kombinasi unsur-unsur grafis dari kekayaan budaya Nusantara. Tentu dengan syarat, terdapat beberapa penyederhanaan bentuk agar lebih mudah terserap dalam ingatan banyak orang.

TRANSFORMASI MERAH PUTIH 3

Baca dari awal...

SEJARAH BENDERA DUA NEGARA

Untuk menambah wawasan tentang proses dan latar belakang terciptanya desain bendera suatu negara, akan kita cermati dua negara yang keragaman serta struktur masyarakatnya paling tidak, memiliki kemiripan dengan Indonesia. Dua negara itu adalah Amerika Serikat (USA) dan United Kingdom (UK).

Saturday, November 30, 2024

TRANSFORMASI MERAH PUTIH 2

Baca dari awal...

Satu hal pasti, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu jauh lebih sulit dari sekedar merebut kemerdekaan. Untuk itu kita membutuhkan sebuah panji kebangsaan yang lebih komprehensif serta menjadi representasi eksistensi kerajaan-kerajaan maupun berbagai komunitas kebangsaan sebagai penopang berdirinya NKRI, sehingga potensi perpecahan secara tak langsung dapat diminimalisir sedini mungkin.

Wednesday, November 20, 2024

TRANSFORMASI MERAH PUTIH

BENDERA KEMERDEKAAN 
VS 
BENDERA PERSATUAN

 

Sebagai identitas nasional, sebuah bendera memiliki arti sangat penting dalam hubungan bilateral maupun multilateral di seluruh dunia. Selain itu, bendera juga merupakan gambaran sederhana karakter serta prinsip/ideologi negara. Desain bendera seharusnya mampu mewakili gambaran bawah sadar anak negeri, sehingga saat memandang bendera tersebut, setiap warga memiliki keterikatan batin yang kuat pada tampilan serta visualisasi bendera mereka.

Wednesday, December 15, 2021

>>> BERKETUHANAN

Mengapa berke-Tuhanan lebih agung dan kemudian lebih dipilih daripada istilah beragama..? Sebuah kontradiksi tanpa akhir akan kita temui jika saja pemahaman kebangsaan kita masih terbatas pada sekat-sekat formal institusional belaka.

Keber-agama-an kita mudah terbelah oleh kebe-ragam-an suku-suku bangsa dan kepercayaan di bumi nusantara. Berke-Tuhanan adalah sebuah proses yang lebih menekankan kepada hubungan Tuhan dengan hambanya. Kedudukan Tuhan dalam agama apapun adalah lebih tinggi dan bersifat vertikal terhadap hambanya tanpa mengenal asal muasal dari suku mana dia berasal.

Kesadaran untuk meleburkan diri  membentuk sebuah bangsa memerlukan tingkatan pemahaman beragama yang lebih tinggi dari para penganutnya. Sebab Tuhan dalam agama manapun tidak menghendaki kerusakan dan pemusnahan satu golongan tertentu apalagi dengan mengatasnamakan Tuhan itu sendiri. Manusia dengan latar belakang apa saja tetaplah seorang hamba di hadapan Tuhan mereka masing-masing. Tuhan adalah absolut dan tidak akan pernah terjadi perpecahan dalam diri-Nya sendiri.

Relasi Tuhan dan hambanya adalah bentuk hubungan vertikal terhadap unsur Sang Pencipta sehingga di titik manapun di permukaan bumi ini tidak akan pernah dan tak mungkin terjadi benturan dalam proses tersebut, sekalipun setiap debu dan tetesan embun melakukannya dalam waktu bersamaan. Dengan bentuk bumi yang bulat bahkan dalam beberapa kilometer saja kerapatan hubungan itu telah terlihat longgar. Pendekatan terhadap analogi ini bisa kita perhatikan pada duri seekor landak.