Blogger Tricks

Thursday, November 10, 2016

>>>NAIK KELAS (1)

     Momen PILPRES dan PILKADA adalah ajang untuk menguji kedewasaan kita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam momen tersebut seluruh perhatian dan interaksi sosial terpusat pada sosok calon-calon pemimpin negeri. 
     PILKADA merupakan indikator kedewasaan kita dalam menentukan pilihan terhadap sesuatu. Apakah perbedaan Anak Kecil, Orang Dewasa dan Manusia Mapan saat menentukan pilihan-pilihan mereka?

Sunday, October 23, 2016

>>>BERBURU SORGA

     Apakah manusia diutus ke Bumi untuk berburu Sorga? 
     Seperti biasa menjelang penyelenggaraan PILKADA pernyataan berbasis argumen agama bertebaran di mana-mana. Logika dan iman berusaha dipadu-padankan. Konteks urusan dunia dan urusan akhirat menjadi bias. Padahal, segala urusan wajib ditangani oleh ahlinya. Jika tidak, maka tunggulah kehancuranmu. Begitulah pesan agama maupun ilmu manajemen moderen.

Friday, October 14, 2016

>>>REPUBLIK KERAJAAN

     Sudah menjadi resiko menjadi Nusa Antara, sebuah negeri yang terletak di persimpangan berbagai hal. Indonesia adalah tempat untuk menguji berbagai teori dan konsep sosial maupun politik. Indonesia tak akan pernah bisa cocok dengan sebuah konsep kaku dan textbook. Indonesia memiliki warna dan corak sosialnya sendiri.

Saturday, October 8, 2016

>>>CINTA berbasis DENDAM

     Dendam sudah terlanjur bermakna negatif. Dalam dunia yang hitam putih hampir setiap kata memiliki citra baik dan buruk. Untunglah manusia memiliki sebuah kata terkuat, terhebat dan terdahsyat yang bernama "KECUALI".
     Kata "NETRAL" sendiri bisa saja terbebas dari hukum baik buruk dalam dunia kata-kata makhluk sejarah bernama manusia. Namun, dalam prakteknya kata-kata "NETRAL" tak mampu melepaskan diri dari persepsi hitam putih dunia moderen. Dunia moderen memang ditopang oleh revolusi teknologi digital yang berbasis binary. Ya atau Tidak, Yes or No, Hitam atau Putih. 
     Dalam sistem demokrasi, warga yang memilih "NETRAL" dianggap mencederai demokrasi. Mereka anti demokrasi. Golongan Putih (Golput) yang mendominasi kelompok ini dipersepsikan sebagai orang-orang tak jelas yang tak punya pendirian. Kata "NETRAL" terbukti belum bisa mengukuhkan diri sebagai identitas netral sesungguhnya.  
img.  CINTA berbasis DENDAM
     IMAN dan DENDAM dikatakan tak mungkin bersatu dalam diri seseorang. Tentu saja logis dan sangat masuk akal saat kita melihatnya dari perspektif budaya hitam-putih, baik-jahat dan surga-neraka. Beda halnya jika kita mencoba memandang lewat cara pandang Nusantara. Cara leluhur kita memandang kehidupan. Seperti apa? Apakah ini yang sesungguhnya bernama Netral? 
     Entah mengapa kantor berita Indonesia itu bernama ANTARA. Mungkinkah ia berasal dari konsep dan filosofi netral, tak berpihak, selalu di tengah, selalu berada di antara dua kutub berseberangan? Apakah para bapak bangsa sengaja memberinya nama itu? Mungkin para sejarawan bisa membantu melacaknya. 
     Sejarah kelam berkali-kali terjadi di negeri ini. Sejak jaman Ken Arok hingga pembantaian PKI. Benang merahnya: Kuasa dan Dendam. Mengapa? Bukankah Kuasa dan Dendam tak harus selalu berakhir kelam? Apalagi pada sebuah negeri yang aslinya adalah bangsa ramah dan murah senyum? 
     Di negeri netral ini, dendam itu bisa didandani. Dendam bisa dipercantik. Caranya? Jadikanlah ia sebagai basis cintamu. Kalian mencintai negeri ini dilatarbelakangi dendam terhadap sejarah kelam masa lalu. Kalian berjanji tak akan, tak ingin dan tak pernah lagi menggores sejarah kelam bagi bangsa ini, sebab leluhur kalian sesungguhnya adalah bangsa PENCINTA.  
     Kalian boleh dendam pada kelamnya sejarah bangsa ini. Itulah wujud cintamu bagi Ibu Pertiwi. Itulah CINTA yang berbasis DENDAM. Mustahil? Tanyakan sendiri pada IMANmu..!!

***** 

Monday, October 3, 2016

>>>SOLUSI dan MASALAH

     Pada umumnya solusi dan masalah tak datang bersamaan. Masalahlah yang biasanya lebih dulu muncul. Namun bagi golongan manusia-manusia cerdas, menemukan solusi justru wajib didahulukan. Kok gitu? Ya, sebab bagi mereka masalah bisa diciptakan.