Blogger Tricks

Friday, January 31, 2014

>>>TATANAN KESEIMBANGAN BARU

     New world order telah dimodifikasi oleh Bung Karno dengan pidato bersejarahnya di depan Sidang Umun PBB XV, 30 September 1960 dengan teorinya to Build the World a New.  Respon positifpun berdatangan utamanya dari negara-negara dunia ketiga. Sebuah kumpulan negara yang berusaha terbebas dari pilihan antara dua kutub kekuasaan saat itu.
img01. Impian Dunia Baru
     Kedua kekuatan kolaborator kekerasan dan pencinta perang saat itu akhirnya bersekutu untuk menghancurkan potensi kekuatan baru yang dipelopori Bung Karno ini. Sasaran utamanya siapa lagi kalau bukan negara pertama yang memerdekakan dirinya tepat setelah Perang Dunia II berakhir. Sebuah negara yang akhirnya menginspirasi negara-negara jajahan untuk bangkit membebaskan diri dari cengkeraman kolonial. Tokoh-tokoh penganjur perdamaian dan pembela kemanusiaan menjadi target utama para pembunuh bayaran. Gandhi, Kennedy dan Bung Karno tak luput dari incaran hamba-hamba kapitalis maupun sosialis. Mungkin hanya Bung Karno seorang yang berhasil lolos dari skenario-skenario pembunuhan spektakuler mereka.

     New World Order adalah konspirasi yang bersumber dari keserakahan dan pemaksaan kehendak. Sedangkan konsep to Build the World a New merupakan gagasan untuk tindakan bersama menuju tatanan yang lebih harmonis, selaras, seimbang dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. Setiap bangsa berhak mengelola potensi alam masing-masing dan mempergunakannya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat di dalam negeri. Adapun penggunaan kemanfaatan untuk negara lain akan diatur dalam hukum perdagangan internasional yang adil, bermartabat dan saling menghargai.

     New World Order yang arogan dan otoriter merupakan manifestasi dari hukum rimba yang biasanya berlaku dalam dunia hewan. Yang kuatlah yang menjadi pemenang dan pengendali segalanya. Sedangkan konsep Bung Karno adalah manifestasi dari Pancasila yang menekankan kepada azas gotong-royong dan kesetaraan segenap bangsa di seluruh dunia. Konsep to Build the World a New sejatinya adalah Tatanan Keseimbangan Baru bagi kehidupan antar bangsa di masa depan. Sebuah gagasan cerdas yang dipelopori oleh seorang Putera Pertiwi, walaupun pada kenyataannya konsep ini terlontar di sela-sela tangisan ibunya sendiri.


Tuesday, January 28, 2014

>>>JIWA SEORANG NASIONALIS



HW02
Untuk download ukuran 1920x1080 klik  di sini

Ketika melihat semakin banyak kawan seperjuangan Bung Hatta yang diasingkan ke tempat jauh dan terpencil seperti Ende, Boven Digul dan Banda Neira, maka kalimat tersebutlah yang digunakan oleh Bung Hatta untuk memompa semangat kawan seperjuangannya agar tetap membara dan tidak putus harapan.


Sunday, January 26, 2014

>>>PEMIMPIN BANGSA BAHARI

     Wujud tanah air Indonesia didominasi oleh lautan yang menyatu dengan dua Samudera, Pasific dan Hindia. Wujud tersebut berpengaruh besar terhadap psikhis dan jiwa kita sebagai bangsa bahari. Termasuk ke dalamnya bentuk ideologi dan sistem pemerintahan yang dianut.
img01. Kekuatan Bangsa Bahari
     Ideologi kebangsaan kita adalah Pancasila. Sifat kegotongroyongan memancar dari sila-silanya. Di dalam karakter gotong royong ini terdapat keseimbangan, kesetaraan dan kesamarataan bagi setiap individu yang terlibat. Hal ini serupa dengan karakter samudera dimana gelombang bergerak aktif naik dan turun namun akan kembali pada sebuah titik ketinggian tertentu yang berlaku sama di seluruh permukaan bumi.

     Bung Karno menggambarkan karakter gotong-royong memiliki kesamaan dengan sifat kekeluargaan dalam tradisi masyarakat tradisional nusantara. Kecuali bahwa sifat kekeluargaan berjiwa pasif sedangkan gotong-royong mengacu kepada perilaku aktif dari para anggotanya. Sebuah keluarga yang duduk bersama dalam sebuah ruang bisa disebut menunjukkan rasa kekeluargaan di antara mereka. Namun gotong-royong baru akan terlihat ketika para anggota keluarga tersebut melakukan sesuatu secara bersama-sama. Kondisi ini bisa pula terlihat pada perilaku ombak di lautan yang bergerak bersama kemudian berbaris memanjang untuk mendorong apapun yang mengambang di permukaan menuju pantai terdekat.
img02. Ombak Berbaris Memanjang
     Dalam sistem pemerintahan karakter bahari (seharusnya) terlihat pada hirarki kepemimpinan nasional. Bung Hatta mengingatkan bahwa: “.... Janganlah pemimpin itu terlalu didewa-dewakan dan janganlah kita menggantungkan nasib pergerakan kepada salah seorang pemimpin.  .....pergerakan tidak boleh tinggal pergerakan pemimpin saja, yang hilang timbul dengan pemimpin itu, melainkan haruslah menjadi pergerakan rakyat.” Hirarki ini telah terlihat nyata dalam sistem perekonomian rakyat di mana keputusan tertinggi dalam sebuah lembaga koperasi adalah terletak pada Rapat Anggota.
     Akan halnya sistem pemerintahan kita kekuasaan tertinggi ini terletak pada sebuah lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Presiden hanyalah sebagai mandataris MPR dan bukan sebagai penguasa tertinggi dalam hirarki pemerintahan kita. MPR adalah representasi rakyat dari berbagai suku, agama, golongan, adat-istiadat, gender, faham politik dan segala bentuk perbedaan lain yang ada dalam masyarakat.  MPR adalah rakyat sebenarnya, ia adalah sebaris gelombang yang mewakili samudera. Merekalah yang akan menentukan dan memberi mandat kepada seorang Pemimpin Bangsa Bahari yang bernama Presiden. 


Friday, January 17, 2014

>>>POLITIK KEBANGSAAN

     Politik Kebangsaan bertumpu pada kekuatan sistem sosial di dalam masyarakatnya. Kekuasaan dan kedaulatan bangsa terletak pada sekumpulan jiwa-jiwa anak bangsa. Politik Kebangsaan menawarkan kesinambungan kekuasaan yang lebih kuat dan stabil. Sistem ini menuntut jiwa kenegarawanan dari para pemimpin dan aparat pemerintahan lainnya. Tentu saja semakin kuat struktur sosial yang ada di dalam masyarakat maka semakin berkualitas pula pemimpin yang akan mereka hasilkan.
img01. Warna Kebangsaan dalam Politik
     Pergantian kekuasaan dalam sebuah sistem Politik Kebangsaan tidak akan memberi pengaruh berarti terhadap perjalanan hidup sebuah bangsa. Para penguasa adalah orang-orang terpilih dan paling berkualitas di antara para warganya. Pergantian penguasa tidak serta merta disertai dengan mutasi pejabat dan aparat pemerintahan di dalam maupun di luar negeri. Ceritanya lebih mirip dengan serombongan keluarga yang berganti sopir di perjalanan, sedangkan kendaraan tetap saja seperti sebelumnya. Tentu proses peralihan seperti ini akan lebih cepat dan mudah dilaksanakan dibanding dengan berganti mobil, sebab para penumpang beserta barang bawaannya akan harus berpindah ke dalam mobil berbeda.
     Selain itu irama dan akselerasi pembangunan dapat tetap dijaga dengan baik sebab segalanya telah terbiasa dan tidak memerlukan waktu lagi untuk beberapa penyesuaian. Hal seperti ini hanya mungkin terjadi ketika stok pemimpin negeri melimpah dan mereka semua telah melalui tahap kaderisasi sistematis dari partainya masing-masing. Sistem Politik Kebangsaan akan melahirkan kader-kader pemimpin berkualitas dan melek ideologi.
     Ideologi kebangsaan kita adalah Pancasila yang telah dirumuskan serta disebarluaskan melalui organisasi pergerakan-pergerakan sejak jaman Hindia Belanda. Ideologi Pancasila mengamanatkan sebuah sistem Politik Kebangsaan berjangka panjang dan bukannya Politik Kekuasaan berdurasi pendek. Ketika kondisi negeri masih terus berputar-putar dalam masalah kesejahteraan sosial dan kemakmuran yang belum tercapai maka sudah saatnya kita kembali merenung apakah ideologi Pancasila itu masih tertanam dengan baik dalam jiwa-jiwa anak negeri?


Thursday, January 2, 2014

>>>POLITIK KEKUASAAN

     Eksistensi sebuah bangsa ditopang oleh sebuah sistem politik yang mapan. Sistem politik akan berbeda di masing-masing negara bergantung kepada siapa dan untuk apa politik itu dipergunakan. Puncak dari sistem politik berujung kepada kekuasaan. Kekuasaan di setiap tempat memiliki ciri tersendiri sesuai dengan sifat dan struktur sosial yang berlaku dalam masyarakatnya.
     Dalam sebuah negara otoriter sistem politik lebih mengedepankan pemusatan kekuasaan kepada sosok seorang pemimpin. Seorang pemimpin dalam negara otoriter memiliki kekuasaan yang sangat besar. Walaupun biasanya sistem seperti ini sangat efektif untuk menjalankan roda pemerintahan, namun dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan kekecewaan yang besar pula. Mengingat seorang pemimpin hanyalah seorang manusia juga. Ia bukanlah Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Sempurna.
img01. Semburan air mancur
     Sistem Politik Kekuasaan bisa digambarkan seperti semburan air mancur di sebuah taman kota. Air yang nampak kokoh dan tegak berdiri namun yang sebenarnya terjadi adalah siklus antara kekuatan semburan dan tarikan grafitasi. Kekuatannya hanya akan bertahan sampai pada batas keseimbangan kedua kekuatan tersebut. Kecenderungannya adalah kekuasaan dapat jatuh dan terjungkal setiap saat. Sistem politik seperti ini tak akan mampu memberikan kesinambungan kekuasaan bagi siapapun dalam sebuah bangsa.
     Ketika sebuah kekuasaan otoriter berganti, maka masyarakat tetap akan menjadi korban dari sebuah proses Politik Kekuasaan. Perilaku bongkar pasang pejabat menjadi ciri khas dan lumrah terjadi ketika sebuah pemerintahan baru bertahta. Politik Kekuasaan mirip dengan perilaku seseorang yang lebih memilih berganti mobil daripada bertukar sopir. Sebuah keputusan sederhana namun akan membawa rentetan konsekwensi lebih banyak di kemudian hari.