Blogger Tricks

Saturday, November 30, 2024

TRANSFORMASI MERAH PUTIH 2

Baca dari awal...

Satu hal pasti, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu jauh lebih sulit dari sekedar merebut kemerdekaan. Untuk itu kita membutuhkan sebuah panji kebangsaan yang lebih komprehensif serta menjadi representasi eksistensi kerajaan-kerajaan maupun berbagai komunitas kebangsaan sebagai penopang berdirinya NKRI, sehingga potensi perpecahan secara tak langsung dapat diminimalisir sedini mungkin.

Wednesday, November 20, 2024

TRANSFORMASI MERAH PUTIH

BENDERA KEMERDEKAAN 
VS 
BENDERA PERSATUAN

 

Sebagai identitas nasional, sebuah bendera memiliki arti sangat penting dalam hubungan bilateral maupun multilateral di seluruh dunia. Selain itu, bendera juga merupakan gambaran sederhana karakter serta prinsip/ideologi negara. Desain bendera seharusnya mampu mewakili gambaran bawah sadar anak negeri, sehingga saat memandang bendera tersebut, setiap warga memiliki keterikatan batin yang kuat pada tampilan serta visualisasi bendera mereka.

Wednesday, December 15, 2021

>>> BERKETUHANAN

Mengapa berke-Tuhanan lebih agung dan kemudian lebih dipilih daripada istilah beragama..? Sebuah kontradiksi tanpa akhir akan kita temui jika saja pemahaman kebangsaan kita masih terbatas pada sekat-sekat formal institusional belaka.

Keber-agama-an kita mudah terbelah oleh kebe-ragam-an suku-suku bangsa dan kepercayaan di bumi nusantara. Berke-Tuhanan adalah sebuah proses yang lebih menekankan kepada hubungan Tuhan dengan hambanya. Kedudukan Tuhan dalam agama apapun adalah lebih tinggi dan bersifat vertikal terhadap hambanya tanpa mengenal asal muasal dari suku mana dia berasal.

Kesadaran untuk meleburkan diri  membentuk sebuah bangsa memerlukan tingkatan pemahaman beragama yang lebih tinggi dari para penganutnya. Sebab Tuhan dalam agama manapun tidak menghendaki kerusakan dan pemusnahan satu golongan tertentu apalagi dengan mengatasnamakan Tuhan itu sendiri. Manusia dengan latar belakang apa saja tetaplah seorang hamba di hadapan Tuhan mereka masing-masing. Tuhan adalah absolut dan tidak akan pernah terjadi perpecahan dalam diri-Nya sendiri.

Relasi Tuhan dan hambanya adalah bentuk hubungan vertikal terhadap unsur Sang Pencipta sehingga di titik manapun di permukaan bumi ini tidak akan pernah dan tak mungkin terjadi benturan dalam proses tersebut, sekalipun setiap debu dan tetesan embun melakukannya dalam waktu bersamaan. Dengan bentuk bumi yang bulat bahkan dalam beberapa kilometer saja kerapatan hubungan itu telah terlihat longgar. Pendekatan terhadap analogi ini bisa kita perhatikan pada duri seekor landak.

>>> NUSANTARA MEMANG UNIK

Nusantara memang unik berangkat dari kutipan sebuah karya tulis dari tokoh nasional idola penulis; Y.B. Mangunwijaya.

“Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai. ["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28].” 

― Y.B. Mangunwijaya

Thursday, October 1, 2020

>>> CERDASKAN BANGSAMU


Manusia adalah makhluk sempurna. Ia adalah Masterpiece Tuhan di alam semesta. Tuhan bahkan menciptakannya berulangkali hingga Malaikat dan Iblis pun melakukan protes. Malaikat memilih bersikap pro, sebaliknya Iblis bersikap kontra.

Tuhan sebagai pemilik semesta mengakomodir mereka berdua. Sebab dengan begitu, kisah-kisah anak manusia akan semakin menarik, dramatis dan berirama. Bayangkanlah tentang cerita Surga yang berisi orang baik semua atau Neraka yang seisinya adalah buaya itu menjadi skenario Tuhan di dunia. Pelajaran sejarah tentu menjadi tak berarti dan sinetron tak bakalan laku, karena kisahnya menjadi monoton.