Robot hanya pantas menjadi buruh, manusialah tuannya. Berhentilah menjadi robot agar engkau dapat merasakan jati diri kemanusiaanmu.
Dunia robot sangat disiplin, itu sebabnya negeri dengan disiplin yang baik amat mudah dikontrol secara robotik. Mudah dikendalikan dari jarak jauh. Tentu saja, karakter disiplin mutlak dimiliki oleh para tentara dan birokrasi, sebab keberadaan mereka memang untuk dikontrol dan diperalat. Mereka bertugas untuk menjalankan instruksi atasan. Lalu siapakah pemberi perintah di negeri ini? Seorang manusia atau robot?
Setiap negeri memiliki agenda pembangunan sendiri. Mereka memilih seorang presiden untuk memandu negeri menuju arah yang telah dijabarkan dalam agenda tersebut. Dua agenda besar di negeri ini antara lain adalah memperbesar porsi kemaritiman dan membangun tanah air dari pinggiran. Keberadaan Menko Kemaritiman dalam lembaga eksekutif serta lahirnya UU Desa dari lembaga legislatif merupakan respon atas kedua agenda kebangsaan tadi. Tugas kita kini adalah mengawal dan memastikan segala niat baik buat bangsa tersebut dapat terealisasi di tingkat bawah.
Sesuatu yang tidak mudah untuk mengidentifikasi para penumpang gelap. Mereka juga memiliki tiket perjalanan sehingga tak ada alasan untuk mengeluarkannya dari bahtera. Satu hal yang tak mereka miliki adalah nasionalisme. Kalaupun ada, nasionalisme mereka hanyalah sebatas perut dan selangkangan. Sesungguhnya mereka tak memiliki negara. Negara sebatas ungkapan tanpa makna. Mereka tak memiliki sejarah, yang ada sekedar nostalgia. Tak ada keharusan bagi mereka untuk menebus pengorbanan harta, darah, raga dan jiwa dari para pahlawan kemerdekaan. Penumpang gelap bergaul dengan leluasa di tengah-tengah kerumunan para penguasa. Hanya penguasa cerdas dan waspada yang mampu mengenali gerak-gerik mereka.
Setahun sudah bahtera itu berjalan, pulau tujuan masih jauh dan bahkan belum nampak. Sebagian rakyat sudah tak sabar, ingin mengusik Sang Nahkoda. Mereka lupa, posisi rakyat adalah untuk dipimpin. Di pihak lain, tugas pemimpin adalah untuk memastikan arah bahtera tak melenceng dari tujuan.