Bon-bon mematikan
gawai cerdas di tangan. Ia menghela nafas panjang. Perlahan rasa gugup itu mulai menghilang. Pandangannya kini tertuju
pada seseorang di meja berbeda, di depan, namun berada pada deret berbeda dengannya.
Wanita itu masih
cekikikan sendiri. Bon-bon baru sadar, wanita itulah yang melintas di samping
meja saat hape miliknya hampir saja terjatuh. Ya, saat menerima telpon dari
Mercy ia begitu gugup dan hampir saja gawai itu terlepas dari genggaman.
Bon-bon merasa konyol, berusaha mengatur posisi duduknya, untuk menegaskan
bahwa tak pernah ada peristiwa konyol yang baru saja ia lakukan.